PRESSNEWS.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pangkalpinang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Perdana Tahun 2026 di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini diikuti 123 kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Pangkalpinang.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menyampaikan pesan Wali Kota Pangkalpinang agar sekolah terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
“Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak. Jangan ada bullying, ini isu serius,” tegas Dessy.
Ia juga meminta kepala sekolah aktif melaporkan kondisi fasilitas sekolah kepada Disdikbud. Jika tidak mendapat tindak lanjut, kepala sekolah dipersilakan langsung berkomunikasi dengan pimpinan daerah.
Selain sarana, Dessy menekankan pentingnya digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, pelaksanaan kurikulum sesuai regulasi, serta MPLS yang ramah anak. Ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi demi pendidikan Pangkalpinang yang berkualitas dan merata.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Pangkalpinang, Erwandy, mengatakan rakor bertujuan menyamakan persepsi arah kebijakan pendidikan ke depan. Ia mengapresiasi peran sekolah yang mendorong IPM Pangkalpinang menjadi tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“IPM Pangkalpinang tahun 2025 mencapai 81,64, di atas rata-rata nasional,” ujarnya.
Dalam rakor tersebut, Disdikbud membahas lima isu strategis, mulai dari dukungan visi Smart City Pangkalpinang 2030, peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran, tata kelola BOS dan BOSD, hingga komitmen pemerataan mutu pendidikan tanpa sekolah favorit.








