PRESSNEWS.ID — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pangkalpinang, Darwin, menegaskan pihaknya terus memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui pendataan yang lebih akurat dan terintegrasi. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk memastikan setiap anak usia sekolah memperoleh hak atas pendidikan.
Darwin mengatakan, pemerintah daerah berupaya agar seluruh anak berusia 7 hingga 18 tahun dapat mengakses pendidikan yang layak sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah maupun tidak bersekolah.
“Pemerintah ingin memastikan seluruh anak usia 7 hingga 18 tahun mendapatkan akses pendidikan yang layak. Harapan kami ke depan tidak ada lagi pertumbuhan anak yang tidak sekolah atau putus sekolah di Kota Pangkalpinang, ujarnya belum lama ini.
Menurut Darwin, berdasarkan data pada dashboard ATS, tercatat sekitar 400 anak di Kota Pangkalpinang masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah. Namun, data tersebut masih bersifat awal dan belum seluruhnya melalui proses verifikasi.
Ia menjelaskan, hasil verifikasi lapangan yang dilakukan pada 2025 menunjukkan jumlah ATS usia 7 hingga 18 tahun yang telah tervalidasi sebanyak 221 anak yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Pangkalpinang.
“Dari hasil verifikasi tersebut, Kecamatan Gerunggang menjadi wilayah dengan jumlah Anak Tidak Sekolah terbanyak,” pungkasnya.








