Rina Tarol Apresiasi Polda Babel Gagalkan Penyelundupan 90 Ton Timah Ilegal

PRESSNEWS.ID — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) daerah pemilihan (Dapil) Bangka Selatan, Rina Tarol, mengapresiasi langkah tegas Polda Babel yang berhasil menggagalkan penyelundupan lebih dari 90 ton timah ilegal sepanjang Agustus 2026.

Menurut Rina, keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam menjaga kekayaan sumber daya alam daerah dari praktik ilegal yang berpotensi merugikan negara.

“Ini capaian yang patut kita apresiasi. Artinya, negara hadir dan tidak tinggal diam terhadap praktik tambang ilegal,” ujar Rina kepada wartawan, Sabtu (22/8).

Bacaan Lainnya

Meski demikian, Rina menegaskan penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten dan tidak tebang pilih. Ia meminta aparat tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual serta pemodal besar yang berada di balik jaringan penyelundupan timah ilegal.

“Penegakan hukum jangan lemah dan jangan tebang pilih. Harus ada langkah tegas dan nyata, jangan hanya menyentuh pelaku kecil,” tegasnya.

Rina juga mengingatkan pesan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan yang menekankan pentingnya penegakan hukum secara tegas, adil, dan tidak pandang bulu.

“Ini juga sudah diingatkan Presiden dalam pidato kenegaraan, bahwa penegakan hukum harus tegas dan berkeadilan. Jadi, ini harus menjadi perhatian serius semua aparat,” katanya.

Lebih lanjut, Rina menyoroti kerawanan jalur laut, khususnya di wilayah Bangka Selatan yang memiliki akses perairan strategis dan relatif dekat dengan Pulau Belitung. Kondisi tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan timah ilegal.

“Jalur laut dan penyeberangan ini sangat strategis, tetapi juga rawan. Pengawasan harus diperketat, jangan sampai menjadi pintu keluar bebas bagi timah ilegal,” ujarnya.

Untuk mencegah praktik tersebut, Rina mendorong peningkatan sinergi lintas instansi, termasuk Polda Babel, TNI AL, dan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla), dalam memperkuat patroli serta pengawasan di wilayah perairan.

“Kami minta aparat, termasuk Bakamla, lebih intensif melakukan patroli. Tutup semua celah penyelundupan,” tegasnya.

Rina kembali menekankan agar setiap pengungkapan kasus penyelundupan timah ilegal dilakukan hingga ke akar permasalahan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga tata kelola sumber daya alam sekaligus melindungi kepentingan masyarakat dan daerah.

“Bongkar sampai ke akar. Ini bukan hanya soal penindakan, tetapi soal masa depan daerah kita,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *