PRESSNEWS.ID – Rencana pengaktifan kembali moda transportasi kapal cepat untuk rute Jakarta-Belitung-Bangka hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Edi Nasapta, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil kajian dan langkah konkret dari PT ASDP Indonesia Ferry terkait rencana tersebut.
Menurut Edi, sebelumnya DPRD Babel telah melakukan audiensi dengan jajaran Direksi PT ASDP Indonesia Ferry di Jakarta pada awal Juli 2026. Dalam pertemuan itu, pihak ASDP menyampaikan akan melakukan kajian teknis sekaligus mencari armada yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Sampai sekarang belum ada kabar. Kami kemarin sudah ke ASDP. Mereka masih mau mencari jalan, kapal yang serupa seperti dulu pernah ada. Kapal itu dulunya namanya Mahakam dan Cisadane,” ujar Edi.
Ia menjelaskan, DPRD Babel masih memberikan kesempatan kepada PT ASDP untuk mencari solusi terbaik, termasuk menentukan jenis dan spesifikasi kapal yang dinilai layak untuk melayani rute tersebut.
Menurutnya, kebutuhan terhadap transportasi laut yang cepat, nyaman dan stabil saat ini semakin mendesak. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi tingginya harga tiket pesawat yang dinilai cukup membebani masyarakat Bangka Belitung.
“Hari ini masyarakat Bangka Belitung mengalami kesulitan transportasi karena harga tiket pesawat relatif tinggi. Sementara konektivitas laut belum mampu memberikan pelayanan yang cepat dan stabil,” katanya.
Edi berharap pengoperasian kembali kapal cepat dapat menjadi alternatif transportasi yang profesional dengan harga tiket yang lebih terjangkau. Selain mendukung mobilitas masyarakat, layanan tersebut diyakini dapat memperkuat konektivitas Bangka Belitung dengan Jakarta dan daerah lainnya.
Ia juga menilai keberadaan kapal cepat berpotensi memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Kemudahan akses transportasi diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong aktivitas perdagangan dan investasi.
Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa kebutuhan transportasi di wilayah Belitung saat ini sudah berkembang. Menurutnya, Belitung tidak lagi cukup hanya mengandalkan pelayaran perintis, tetapi membutuhkan layanan komersial yang mampu memberikan kepastian dan kelancaran mobilitas masyarakat.
“Belitung sekarang tidak lagi membutuhkan pelayaran perintis, tetapi transportasi komersial yang bisa memberikan pelayanan cepat dan stabil,” tegasnya.
DPRD Babel berharap rencana tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui kajian yang matang sehingga pengoperasian kapal cepat dapat kembali diwujudkan sebagai salah satu solusi memperkuat konektivitas transportasi menuju dan dari Bangka Belitung.








